26 April 2007
8 April 2007
Saya dengan "Majallah PlayBoy"
Saya hanya kasihan kepada organisasi yang mengatasnamakan “ISLAM” yang telah berbuat anarkis dan berlebihan yang melakukan pengrusakan pada kantor pusat Playboy yang menurut saya tidak islami. Kalupun ada yang berpendapat bahwa Playboy adalah majalah yang bernuansa atau berbasis pornografi, itu saya benarkan begitupun sebaliknya jika ada yang berpendapat bahwa Playboy bukanlah pornografi melainkan seni, itupun saya benarkan karena itu adalah pencerminan dari masing-masing kapasitas ilmu pengetahuan seseorang yang berbeda-beda, yang mengatakan Playboy adalah majalah pornografi atawa bukan majalah pornografi melainkan seni. Lalu bagai mana tentang saya? saya….?oooooh….. saya? Maaf saya tidak dapat berkomentar bahwa apakah playboy itu pornografi atau bukan pornografi melainkan seni, tapi menurut dalam pandangan Allah atau agama saya, mengenai majalah Playboy adalah majalah yang di dalamnya terdapat kaum hawa yang di pertontonkan auratnya.
Untuk saudaraku-saudaraku yang berada di belakang majalah Playboy, saya tidaklah berhak untuk menghinakan Anda tapi yang berhak untuk menghinakan Anda adalah yang menciptakan Anda, namun bukan berarti saya TIDAK mengingkari perbuatan yang mengumbar aurat, saya hanya berdo’a, semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus (benar) untuk Anda.
Firman Allah: An-nur 24:31
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.
