24 May 2007

Saya dengan "Wanita" (Bag. 1)

Wanita! Itulah lawan jenis saya, dia kuanggap sebagai makhluk yang menggemaskan dan sangat menggemaskan bagiku sehingga tidak rela rasanya dia disentuh oleh Pria yang bukan mahramnya (bukan muhrim), walaupun banyak kaum Pria memperlakukannya dia dengan —se’ena’edewe (bahasa jawa)— yang hanya dianggap sepeleh tanpa memikirkan dampak yang menghancurkan peradaban dunia yang tidak dapat disangka-sangka. Apa iya? Ini semua ada aturannya, yakni aturan manusia, aturan yang telah dibuat oleh Sang Pencipta manusia yang tentunya lebih tahu konsekwensi dari manusia sebagai ciptaanNya karena Sang pencipta manusia itulah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk manusia (hamba-Nya)
Wanita! Dia kuanggap sebagai kain putih yang bersih, jika dicet warna merah dia akan berwarnah merah, jika dicet warna biru dia akan warna biru, begitupun dengan warna yang lainnya. Bagaimana jika kain tersebut dicet dengan air comberan? Atau sekalian dicelup ke dalam air comberan? Maka kotorlah ia, dan mungkinkah dia akan suci kembali setelah ia ternodai? Wanita! Ketika ia diibaratkan dengan sebutir telur kemudian jatuh… jatuh maka pecahlah ia, lain halnya dengan kaum adam yang diibaratkan dengan sebuah kelapa kemudian jatuh namun dapat tumbuh kembali. Wanita! Di akhirat kelak, menurut agama, kaum yang banyak menghuni neraka Allah adalah kaum wanita, nauzubillaahi min zaalik, mungkin ini disebabkan karena waktu di hidup di dunia Dia telah dicet atau bahkan dicelupkan kedalam air comberan. Banyak Wanita yang miskin pengetahuan akhirnya tidak tahu jikalau dia telah menjadi kain yang tidak putih lagi bahkan ia masih merasa seperti kain putih. Wanita! Bagaimana pandangan Agama tentang wanita? Wanita dicipta dari tulang rusuk yang bengkok, jika dibiarkan begitu saja maka dia akan selamanya bengkok dan jika dipaksa untuk diluruskan maka ia akan mudah patah, jadi bagaimana cara untuk menjaga agar tulang rusuk bengkok tersebut tetap lurus namun tidak patah. Zaman sekarang mungkin perasaan kita sudah tidak peka lagi melihat terlalu banyak tulang rusuk-tulang-rusuk bengkok yang didiamkan begitu saja, tanpa ada rasa prihatin melihatnya, tanpa ada usaha untuk mencegah bertambah banyaknya tulang rusuk-tulang rusuk bengkok yang dimanfaatkan oleh para kaum Pria. Sangat menyedihkan memang, Wanita yang telah ditakdirkan oleh Allah memiliki akal yang kurang dibanding perasaannya yang lebih dominan, akhirnya kehilangan jati diri dan identitasnya sebagai makhluk Allah yang luhur budi pekerti, penurut dan perasa, patuh dan taat dibandingkan dengan Pria. Mereka tidak sadar kalau mereka telah dimanfaatkan dengan berbagai macam cara demi memuaskan hawa nafsu dunia atau kecintaan dunia, ada yang dipertontonkan tubuhnya di atas catwalk, ada diiming-imingi popularitas dengan catatan menari-nari di atas panggung sebagai pemeran utama atau sebagai penari latar, ada berteletabis, cipika-cipiki, dan teriak-teriak di atas panggung dengan pengeras suara yang diiringi bunyi-buyian alat, dan selalu dijadikan pajangan-pajangan jazad berjalan launching produk-produk. Kemuliaan seorang Wanita hilang tak berbekas dan terhinanya ia di hadapan Allah oleh karena Pria. Wahai kaum wanita, sadarlah dan bangkitlah sesungguhnya kamu telah diperdaya oleh kaum Adam, air mataku tidak akan pernah kering untuk kamu, terkadang ada sebagian kaum Pria yang memandangmu sebelah mata karena fisik yang terlihat lemah dan kurang lincah namun dibalik itu tersimpan keperkasaan yang tidak dapat tertandingi oleh Pria.

No comments: